their future is our future too



Tercatat lebih dari 75 juta anak di muka bumi ini yang melewati hari tanpa pendidikan, 40 juta diantaranya terpaksa harus memutuskan pendidikan karena perang yang tengah berkecamuk di negara mereka. Atas dasar itulah. organisasi sosial dunia Save the Children, mengupayakan kampanye Rewrite the future yang berhasil memempatkan 25.000 guru relawan di berbagai negara yang membutuhkan. Semenjak diluncurkan 2006 silam, kampanye ini juga telah berkolaborasi dengan Inter Corp dan Bvlgari.

Read More..

Masuk Pintu Mereka, Keluar Pintu Kita

Apa yang perlu dilakukan untuk mencintai alam ? Kita perlu menjadi seperti alam. Pertama-tama, dekati dan kenali alam. Belajar dari alam dan menjadi seperti alam yang adalah: lembut, organis, tenang, kreatif, mengalir dan spontan, tanpa usaha dan esktrimitas sehingga titik keseimbangan tercapai. Dengan menjadi seperti alam, anda akan merasa lebih tenang, damai, seimbang, dan dibimbing oleh unsur-unsur dalam alam, seperti burung berkicau, angin berhembus, air mengalir, dan kabut menyelimuti. Karenanya pula, anda sampai ke puncak tujuan dan menjadi lebih berkawan dan bersahabat dengan alam.

Untuk mengajak orang muda untuk mencintai alam, apalagi orang muda yang jauh kehidupannya dari alam liar (katakan saja anak kota dan anak rumahan), kadang kita perlu menjadi seperti orang muda dan mencari cara-cara yang mereka senangi dulu. Masuk pintu mereka, sesudahnya baru membawa mereka pergi keluar dengan pintu kita.

Masuk pintu mereka, keluar pintu kita adalah sebuah ungkapan yang menunjukkan sikap fleksibilitas, keluwesan dalam bertindak, dan kelembutan menggunakan berbagai macam cara, namun tetap tegas dan kuat prinsip. Tegas dalam prinsip dan lembut dalam cara.

Perjuangan demi kelestarian lingkungan membutuhkan banyak pendukung. Masing-masing komunitas dan orang perlu membentuk jaringan dan gerakan bersama yang berskala global. Tidak bekerja sendiri-sendiri. Perjuangan demi kelestarian lingkungan membutuhkan kerjasama. Karena itu kita membutuhkan tenaga-tenaga baru. Kita butuh pendukung-pendukung baru. Mengubah para perusak alam menjadi para pemerhati lingkungan.

Kita membutuhkan orang-orang muda yang energik, idealis, dan bersemangat.

Merubah mereka dari bukan pecinta lingkungan menjadi pecinta lingkungan. Mengajak mereka belajar menembus batas-batas yang mereka pikir tidak bisa dilewati. Mengajak mereka mengalami pengalaman eksistensial bersentuhan dengan kedalaman diri dan pusat semesta.

Kita perlu pula membentuk komunitas-komunitas baru dengan visi yang sama seperti sudah banyak dilakukan dari antara kita. Baik di kantor, di lingkungan rumah, di sekolah, dan dimana pun kita berada, kita bergerak untuk mengumpulkan para petualang dan pembela lingkungan baru.

Masuk Pintu mereka, keluar pintu kita

Mereka yang suka jalan-jalan, kita ajak untuk berjalan-jalan, touring, backpacking, travelling dan pergi ke tempat-tempat wisata yang harus kita perjuangkan keindahannya.
Mereka yang suka fotografi, kita dorong untuk hunting ke tempat-tempat alami baru, dan minta mereka untuk mempublikasikan hasil karya mereka.
Mereka yang suka bergaya hidup sehat, kita provokasi untuk pergi berolahraga di alam bebas: hiking, trekking, dll.
Mereka yang beridealisme tinggi, kita dukung untuk mendaki puncak-puncak tertinggi di Indonesia ini.
Mereka yang adalah pemuja pengalaman dan suka ekplore, kita doktrin untuk pergi ke ke pulau-pulau dengan budaya-budaya baru.
Mereka yang ingin cari jodoh, kita ajak untuk masuk ke komunitas kita masing-masing dan berjumpa dengan banyak kawan.
Mereka yang ingin berbuat sesuatu yang lebih bermakna, kita ajak untuk berkampanye lingkungan.

Sesudah kita masuk melalui pintu mereka, barulah kita ajak mereka keluar pintu kita dengan menjadikan mereka para penggiat kegiatan alam baru, para pembela alam baru, para aktifis dan para pemerhati lingkungan baru; yang karena bersentuhan dengan alam liar, yang karena terbuka horison dan kapasitasnya, yang karena kecanduan adrenalin, yang karena terpesona oleh ketenangan dan keindahan alam, yang karena terselamatkan oleh unsur alam, lalu menjadi tersentuh dan siap mati untuk mempertahankannya dan memperjuangkannya dari kerusakan dan ketidakseimbangan.

Banyak orang muda yang memiliki modal dan bersemangat untuk hal ini. Ini saatnya untuk bekerja keras, dan lebih berkorban meluangkan waktu dan tenaga kita, bahkan uang kita untuk 'masuk pintu mereka dan keluar pintu kita.'

Apa pun yang terjadi, jangan biarkan kita 'masuk pintu mereka, dan pada akhirnya keluar pintu mereka juga.' Itu artinya kita gagal membawa mereka untuk memeluk prinsip, visi dan misi yang kita pegang dan idealkan bisa mengarahkan kita kepada perjuangan global demi kelestarian lingkungan. Kita bisa luwes dengan menggunakan berbagai macam cara, tetapi jangan sampai kalah dalam ketetapan pada prinsip dan visi/misi.

Read More..

Manajemen Perjalanan

1. Be Prepared:
Pastikan anda siap secara mental dan fisik, sebelum mulai menyiapkan suatu petualangan.

2. Check List :
Sebelum ekspedisi tanya diri anda sendiri: Berapa lama anda akan pergi? Berapa banyak makanan dan air yang harus dibawa? Apakah saya membawa pakaian atau sepatu yang cocok dengan cuaca? Apakah saya harus membawa cadangan? Peralatan khusus apa yang harus saya bawa? Obat-obatan/ peralatan medis seperti apa yang cocok?

3. Health Checks :
Periksa kesehatan badan dan gigi anda secara menyeluruh. Pastikan anda sudah mendapat suntikan yang diperlukan sesuai dengan medan petualangan (tetanus, malaria, dll). Bawa peralatan medis sesuai kebutuhan anda dan kelompok.

4. Expedisi Kelompok :
Sosialisasikan beberapa poin ini kepada setiap anggota, yakni : sangat mungkin untuk meninggalkan dan memisahkan seseorang yang tidak sehat dari kelompok; ketika dalam perjalanan akan ada kesempatan untuk berhenti dan berdiskusi secara rutin mengenai rencana, pembagian tugas dan tanggungjawab (siapa mengurus P3K, tukang masak, supir, navigator, dll). Pastikan setiap orang sebelumnya sudah terbiasa dengan perlengkapan yang dibawanya sendiri.

5. Penelitian:
Semakin detail pengetahuan anda mengenai medan dan orang-orang, semakin besar peluang anda untuk survive. Pelajari peta, iklim, cuaca, arah sungai dan kecepatannya, tinggi gunung/bukit, jenis tumbuhan dan binatang yang mungkin akan ditemui.

6. Planning/Perencanaa :
Bagi perjalanan menjadi 3 tahap: Perjalanan menuju tujuan; Ketika sudah sampai di tujuan; Perjalanan pulang. Jelaskan tujuan setiap tahap dan pasang target waktu. Rencanakan langkah-langkah ketika dalam situasi mendesak (kendaraan rusak, sakit, terluka, evakuasi). Hindarkan rencana ambisius yang bisa mempengaruhi kesalahan penilaian dan pembuatan keputusan. Memeriksa sumber mata air (akan menentukan rute perjalanan anda). Selalu pastikan orang lain/polisi/ kawan di base camp tahu apa yang anda rencanakan dan selalu informasikan perubahan-perubahan dalam rencana. (waktu berangkat, waktu sampai).

7. Plan B:
Rencana cadangan: persiapkan rencana dan antisipasi jika sesuatu tidak berjalan dengan baik. Cuaca memburuk, kendaraan rusak, salah satu anggota terpisah dari kelompok? bagaimana jika ada yang sakit? bagaimana menemukan yang hilang?

Sumber : SAS Survival Guide, John Wiseman, HarperCollins Publisher, 1993

Read More..

Design by Kingdom of Heaven