Tips n Trik: Mengurangi Global Warming

Semua pasti pada tahu tentang Global Warming, kan? Kalau kamu mengaku peduli pada lingkungan, kamu juga harus ikut menjaga lingkungan. Hal kecil bisa berdampak besar untuk lingkungan kita.

1. Hemat air. Jangan berlama-lama ketika mandi. Ingat! Hemat air bisa mengurangi efek global warming.

2. Di rumah suka menggunakan mesin cuci? Jangan gunakan mesin pengeringnya. Lumayan kan bisa hemat CO2 sampai 300kg/tahun.

3. Sering laundry baju di binatu? Sebaiknya tolak plastik pembungkusnya. Atau khusus pesanan kamu, minta dimasukan ke kantong yang bisa dipake berulang-ulang. Mengurangi penggunaan plastik, juga membantu mengurangi Global Warming, loh.

4. Pilih TV flat screen monitor dibandingkan monitor tabung. Selain hemat energi, bikin mata tidak cepat lelah juga.

5. Finish your food! Jangan pernah sisakan makanan, karena sisa makanan merupakan sumber sampah yang besar. Jadi, pesan makanan sesuai kemampuan kamu.

Masih banyak lagi hal-hal kecil yang bisa kita lakukan. Yuk, mulai sekarang, perhatikan apa yang kita lakukan dan efeknya bagi lingkungan sekitar kita.

Sumber : Kompas.com

Read More..

Mari Mulai Bersepeda

Bumi sedang menangis. Dengan begitu banyaknya polusi, pencemaran lingkungan, emisi karbon kendaraan umum yang terus saja meningkat setiap tahunnya membuat bumi, tempat kita hidup ini ada di dalam keadaan bahaya. Semua usaha yang dilakukan manusia untuk memperkaya diri atau membuat nyaman dirinya sendiri ternyata berdampak buruk. Menyadari hal tersebut, manusia mulai mencari cara untuk mengurangi kerusakan bumi, salah satunya adalah dengan mengubah cara berkendara.

Manusia mulai berpikir untuk tidak menggunakan kendaraan yang mengeluarkan emisi. Jalan kaki dan bersepeda adalah cara yang banyak dipilih oleh sebagian besar orang. Untuk bersepeda, memang diperlukan dana yang tidak sedikit, tetapi akan sangat membantu bumi kita.

Untuk sebagian besar orang, masih ada sedikit keraguan untuk bersepeda di jalan raya karena adanya perasaan tidak aman. Kali ini, CHIP akan memberikan sedikit tips bagaimana cara bersepeda yang aman di jalan raya. Semoga dengan adanya tips ini, Anda tidak ragu lagi dalam bersepeda. Selamat mencoba!

1. Gunakan peralatan yang lengkap. Minimal gunakan pelindung tangan, pelindung lutut, dan helm sebagai peralatan Anda di jalan. Lebih baik gunakan pakaian yang cukup terang.
2. Semua kendaraan yang ada di jalan raya harus mematuhi peraturan lalu lintas, begitu juga dengan sepeda. Apabila Anda menghormati peraturan di jalan, Anda juga akan dihormati di jalan.
3. Jangan melawan arah.
4. Jangan menggunakan headpone atau earphone dalam bersepeda. Hal tersebut dapat mengurangi konsentrasi si pembawa sepeda.
5. Di sebuah sepeda biasanya terdapat dua buah rem. Di sebelah kanan dan kiri. Siapkan posisi tangan Anda untuk melakukan rem keduanya secara bersamaan. Biasanya, apabila Anda hanya melakukan rem di satu sisi saja, sepeda tidak akan langsung berhenti.
6. Jangan menyalip dari kiri.
7. Gunakan lampu di malam hari. Dengan menggunakan lampu, Anda akan selalu terlihat di malam hari.
8. Selalu perhatikan jalan, baik depan maupun belakang. Selalu waspada.
9. Selalu perhatikan kondisi sepeda Anda.

Sumber : chip.co.id

Read More..

their future is our future too



Tercatat lebih dari 75 juta anak di muka bumi ini yang melewati hari tanpa pendidikan, 40 juta diantaranya terpaksa harus memutuskan pendidikan karena perang yang tengah berkecamuk di negara mereka. Atas dasar itulah. organisasi sosial dunia Save the Children, mengupayakan kampanye Rewrite the future yang berhasil memempatkan 25.000 guru relawan di berbagai negara yang membutuhkan. Semenjak diluncurkan 2006 silam, kampanye ini juga telah berkolaborasi dengan Inter Corp dan Bvlgari.

Read More..

Masuk Pintu Mereka, Keluar Pintu Kita

Apa yang perlu dilakukan untuk mencintai alam ? Kita perlu menjadi seperti alam. Pertama-tama, dekati dan kenali alam. Belajar dari alam dan menjadi seperti alam yang adalah: lembut, organis, tenang, kreatif, mengalir dan spontan, tanpa usaha dan esktrimitas sehingga titik keseimbangan tercapai. Dengan menjadi seperti alam, anda akan merasa lebih tenang, damai, seimbang, dan dibimbing oleh unsur-unsur dalam alam, seperti burung berkicau, angin berhembus, air mengalir, dan kabut menyelimuti. Karenanya pula, anda sampai ke puncak tujuan dan menjadi lebih berkawan dan bersahabat dengan alam.

Untuk mengajak orang muda untuk mencintai alam, apalagi orang muda yang jauh kehidupannya dari alam liar (katakan saja anak kota dan anak rumahan), kadang kita perlu menjadi seperti orang muda dan mencari cara-cara yang mereka senangi dulu. Masuk pintu mereka, sesudahnya baru membawa mereka pergi keluar dengan pintu kita.

Masuk pintu mereka, keluar pintu kita adalah sebuah ungkapan yang menunjukkan sikap fleksibilitas, keluwesan dalam bertindak, dan kelembutan menggunakan berbagai macam cara, namun tetap tegas dan kuat prinsip. Tegas dalam prinsip dan lembut dalam cara.

Perjuangan demi kelestarian lingkungan membutuhkan banyak pendukung. Masing-masing komunitas dan orang perlu membentuk jaringan dan gerakan bersama yang berskala global. Tidak bekerja sendiri-sendiri. Perjuangan demi kelestarian lingkungan membutuhkan kerjasama. Karena itu kita membutuhkan tenaga-tenaga baru. Kita butuh pendukung-pendukung baru. Mengubah para perusak alam menjadi para pemerhati lingkungan.

Kita membutuhkan orang-orang muda yang energik, idealis, dan bersemangat.

Merubah mereka dari bukan pecinta lingkungan menjadi pecinta lingkungan. Mengajak mereka belajar menembus batas-batas yang mereka pikir tidak bisa dilewati. Mengajak mereka mengalami pengalaman eksistensial bersentuhan dengan kedalaman diri dan pusat semesta.

Kita perlu pula membentuk komunitas-komunitas baru dengan visi yang sama seperti sudah banyak dilakukan dari antara kita. Baik di kantor, di lingkungan rumah, di sekolah, dan dimana pun kita berada, kita bergerak untuk mengumpulkan para petualang dan pembela lingkungan baru.

Masuk Pintu mereka, keluar pintu kita

Mereka yang suka jalan-jalan, kita ajak untuk berjalan-jalan, touring, backpacking, travelling dan pergi ke tempat-tempat wisata yang harus kita perjuangkan keindahannya.
Mereka yang suka fotografi, kita dorong untuk hunting ke tempat-tempat alami baru, dan minta mereka untuk mempublikasikan hasil karya mereka.
Mereka yang suka bergaya hidup sehat, kita provokasi untuk pergi berolahraga di alam bebas: hiking, trekking, dll.
Mereka yang beridealisme tinggi, kita dukung untuk mendaki puncak-puncak tertinggi di Indonesia ini.
Mereka yang adalah pemuja pengalaman dan suka ekplore, kita doktrin untuk pergi ke ke pulau-pulau dengan budaya-budaya baru.
Mereka yang ingin cari jodoh, kita ajak untuk masuk ke komunitas kita masing-masing dan berjumpa dengan banyak kawan.
Mereka yang ingin berbuat sesuatu yang lebih bermakna, kita ajak untuk berkampanye lingkungan.

Sesudah kita masuk melalui pintu mereka, barulah kita ajak mereka keluar pintu kita dengan menjadikan mereka para penggiat kegiatan alam baru, para pembela alam baru, para aktifis dan para pemerhati lingkungan baru; yang karena bersentuhan dengan alam liar, yang karena terbuka horison dan kapasitasnya, yang karena kecanduan adrenalin, yang karena terpesona oleh ketenangan dan keindahan alam, yang karena terselamatkan oleh unsur alam, lalu menjadi tersentuh dan siap mati untuk mempertahankannya dan memperjuangkannya dari kerusakan dan ketidakseimbangan.

Banyak orang muda yang memiliki modal dan bersemangat untuk hal ini. Ini saatnya untuk bekerja keras, dan lebih berkorban meluangkan waktu dan tenaga kita, bahkan uang kita untuk 'masuk pintu mereka dan keluar pintu kita.'

Apa pun yang terjadi, jangan biarkan kita 'masuk pintu mereka, dan pada akhirnya keluar pintu mereka juga.' Itu artinya kita gagal membawa mereka untuk memeluk prinsip, visi dan misi yang kita pegang dan idealkan bisa mengarahkan kita kepada perjuangan global demi kelestarian lingkungan. Kita bisa luwes dengan menggunakan berbagai macam cara, tetapi jangan sampai kalah dalam ketetapan pada prinsip dan visi/misi.

Read More..

Manajemen Perjalanan

1. Be Prepared:
Pastikan anda siap secara mental dan fisik, sebelum mulai menyiapkan suatu petualangan.

2. Check List :
Sebelum ekspedisi tanya diri anda sendiri: Berapa lama anda akan pergi? Berapa banyak makanan dan air yang harus dibawa? Apakah saya membawa pakaian atau sepatu yang cocok dengan cuaca? Apakah saya harus membawa cadangan? Peralatan khusus apa yang harus saya bawa? Obat-obatan/ peralatan medis seperti apa yang cocok?

3. Health Checks :
Periksa kesehatan badan dan gigi anda secara menyeluruh. Pastikan anda sudah mendapat suntikan yang diperlukan sesuai dengan medan petualangan (tetanus, malaria, dll). Bawa peralatan medis sesuai kebutuhan anda dan kelompok.

4. Expedisi Kelompok :
Sosialisasikan beberapa poin ini kepada setiap anggota, yakni : sangat mungkin untuk meninggalkan dan memisahkan seseorang yang tidak sehat dari kelompok; ketika dalam perjalanan akan ada kesempatan untuk berhenti dan berdiskusi secara rutin mengenai rencana, pembagian tugas dan tanggungjawab (siapa mengurus P3K, tukang masak, supir, navigator, dll). Pastikan setiap orang sebelumnya sudah terbiasa dengan perlengkapan yang dibawanya sendiri.

5. Penelitian:
Semakin detail pengetahuan anda mengenai medan dan orang-orang, semakin besar peluang anda untuk survive. Pelajari peta, iklim, cuaca, arah sungai dan kecepatannya, tinggi gunung/bukit, jenis tumbuhan dan binatang yang mungkin akan ditemui.

6. Planning/Perencanaa :
Bagi perjalanan menjadi 3 tahap: Perjalanan menuju tujuan; Ketika sudah sampai di tujuan; Perjalanan pulang. Jelaskan tujuan setiap tahap dan pasang target waktu. Rencanakan langkah-langkah ketika dalam situasi mendesak (kendaraan rusak, sakit, terluka, evakuasi). Hindarkan rencana ambisius yang bisa mempengaruhi kesalahan penilaian dan pembuatan keputusan. Memeriksa sumber mata air (akan menentukan rute perjalanan anda). Selalu pastikan orang lain/polisi/ kawan di base camp tahu apa yang anda rencanakan dan selalu informasikan perubahan-perubahan dalam rencana. (waktu berangkat, waktu sampai).

7. Plan B:
Rencana cadangan: persiapkan rencana dan antisipasi jika sesuatu tidak berjalan dengan baik. Cuaca memburuk, kendaraan rusak, salah satu anggota terpisah dari kelompok? bagaimana jika ada yang sakit? bagaimana menemukan yang hilang?

Sumber : SAS Survival Guide, John Wiseman, HarperCollins Publisher, 1993

Read More..

Binatang Sebagai Tanda-Tanda Adanya Air

Mamalia

Kebanyakan mamalia membutuhkan air secara teratur. Binatang pemakan rumput biasanya tidak pernah jauh dari air karena mereka butuh minum pada saat matahari terbit dan terbenam. Mengikuti jejak mereka bisa membawa anda ke sumber air. Binatang pemakan daging bukan indikasi air yang baik, karena mereka mendapatkan air kebanyakan dari mangsa mereka.

Burung

Pemakan benih seperti burung gereja dan burung merpati tidak pernah jauh dari air dan biasa minum pada saat matahari terbit dan terbenam. Ketika mereka terbang rendah dan lurus mereka biasanya menuju ke sumber air. Jika kembali dari sumber air, mereka terbang hingga dari satu pohon ke pohon lain untuk beristirahat. Burung yang hidup di kawasan air atau burung pemangsa tidak sering minum, maka bukan indikasi baik dari keberadaan air.

Serangga

Lebah biasanya indikasi yang baik. Mereka terbang paling jauh 6,5 km dari sarang mereka. Semut sangat tergantung kepada air. Sekelompok semut berbaris menuju pohon sangat mungkin pergi ke tempat ada air yang terperangkap dalam lubang di dpohon. Kebanyakan lalat tidak pernah jauh dari 90 meter dari air.

Reptil

Mereka mengumpulkan cairan dari embun dan mangsa mereka. Mereka bukan indikasi yang baik.

Manusia

Jejak biasanya mengarah kepada sumur, lubang, atau penampungan. Penampungan itu bisa jadi ditutupi oleh sesuatu untuk mencegah penguapan. Angkat penutupnya untuk mendapatkan air.



Sumber: GEM SAS SURVIVAL GUIDE

Read More..

Polusi Bikin Bunga Tak Wangi

Puas-puaskan mencium wangi bunga mawar atau melati karena tak lama lagi mungkin akan hilang selamanya. Hasil penelitian terbaru yang dilakukan di AS menunjukkan bahwa peningkatan polusi udara menurunkan wangi bunga hingga 90 persen.

Jika tren peningkatan polusi tidak dapat dihentikan, tidak hanya manusia yang dirugikan. Hal tersebut juga merugikan tumbuhan bunga itu sendiri maupun serangga yang bisa membantu penyerbukannya.

"Banyak serangga menemukan bunga dengan mendeteksi bau yang dihasilkan bunga tersebut," ujar Jose D Fuentes, pakar lingkungan dari Universitas Virginia, Charlottesville, AS. Perubahan pada wangi bunga akan mengganggu simbiosis mutualisme antara serangga yang mencari nektar dari bunga dan secara bersamaan membantu penyerbukan.

Disebabkan ozon

Penyebab berkurangnya wangi bunga pada dasarnya bukan karena berkurangnya produksi senyawa aromatik yang dihasilkan bunga. Namun, karena perubahan lingkungan di sekitarnya yang membuat wangi bunga tak tahan lama.

Wangi bunga berasal dari molekul-molekul ringan yang mudah menguap. Senyawa ini ternyata diketahui mudah berikatan dengan ozon yang ada di dekat permukaan tanah. Ikatan itulah yang membuat wangi hilang.

Padahal, semakin besar polusi udara, semakin besar kadar ozon di kawasan tersebut. Ozon juga memiliki sifat beracun dan jika dihirup langsung dalam jumlah besar bisa membahayakan kesehatan manusia. Akibat banyaknya ozon, wangi bunga semakin mudah hilang karena tidak sempat mengalir jauh tertiup angin.

Hasil pengukuran menunjukkan pada pertengahan abad ke-19, molekul-molekul aromatik bunga dapat mengalir antara 1.000-1200 meter. Saat ini, wangi bunga hanya dapat mengalir paling jauh 300 meter saja.

"Banyak sekali kendaraan yang mengeluarkan nitrogen oksida. Saat gas tersebut terpapar cahaya Matahari akan bereaksi menjadi molekul-molekul ozon, salah satu polutan utama di AS timur, terutama saat musim panas," ujar Fuentes. Ia melaporkan temuannya dalam Journal Atmospheric Environment edisi terbaru.

Hal inilah yang diperkirakan menjadi penyebab turunnya populasi lebah di berbagai belahan dunia. Dalam beberapa musim terakhir, lahan pertaian bunga di AS juga sepi didatangi lebah

Source : Harian Kompas

Read More..

Empati kita diuji

Setiap kali hendak pergi mendaki gunung, saya dan teman-teman sering merasa tertantang.. .Mengapa? karena kami hendak meninggalkan kenyamanan yang ada di kota..kami akan pergi jauh dari rumah.Ada hal yang menarik disini, naik angkutan umum, berdesak-desakan dengan para penumpang lain,tidak jarang harus berdiri berjam-jam dan pindah dari satu bus ke bus yang lain.lalu sampai di daerah pedesaan, harus menumpang pick up dan duduk bersama dengan ibu-ibu yang hendak pergi ke pasar...sesampai di desa, kami berjumpa dengan orang-orang desa, para petani, pengangkut kayu, atau para penambang, yang dengan ramah menyapa kami...dari pengalaman seperti inilah, refleksi mengenai keberpihakan kepada mereka yang 'miskin' akan saya awali..

Kemiskinan dan kerusakan ada di mana-mana..hal ini menjadi tanda bahwa ada banyak hal yang harus kita benahi bersama. Tanda bahwa apa yang diciptakan Tuhan baik adanya, telah dirusakkan.. .tanda pula bahwa Tuhan sampai dengan saat ini masih terus bekerja demi kebaikan ciptaan-Nya. ..

Siapakah mereka yang 'miskin'? Mereka yang miskin adalah yang tidak diperhatikan, kaum minoritas, yang seringkali kalah, atau menjadi korban dari penindasan dan system, banyak dari mereka yang harus berjuang untuk bisa makan paling tidak dua kali sehari..Mereka ini adalah para penumpang yang kami jumpai di dalam bus..mereka ini adalah para petani, ibu-ibu penjual sayur, pengangkut kayu dan para penambang.mereka ini adalah Bumi yang kita tempati dan ekploitasi secara tidak bijak..

Jika suatu saat anda sempat membaca Koran, khususnya mengenai bencana-bencana, mungkin anda akan terhenyak seperti saya, TERNYATA, banyak dari mereka yang menjadi korban adalah mereka yang 'miskin': yang tinggal di pinggir sungai, di pinggir rel kereta api, atau di daerah-daerah rawan longsor..realitas ini sekali lagi, harus menjadi pendorong agar usaha dan arah hidup kita perlu diarahkan kepada mereka yang lemah.. keberpihakkan dan kepada mereka yang 'miskin' dan solidaritas harus dibangun dalam hati..Tidak cukup hanya kata-kata, tetapi cinta harus terwujud pula dalam tindakan nyata kepada mereka yang miskin..

Semangat Keberpihakan dan Solidaritas ini dibentuk melalui persentuhan dengan mereka yang sakit. perjumpaan dengan mereka yang ditindas,.. Interaksi dengan mereka yang tidak bersuara (voice of the voiceless).. Interaksi seperti ini bukankah sering kita alami ketika kita pergi meninggalkan tempat tinggal kita untuk berjumpa dengan gunung, sungai,bukit, hutan, dan desa-desa... ..

Perjumpaan dengan mereka memungkinkan kita untuk berempati. Merasakan apa yang mereka rasakan.sehingga dengan demikian hati kita tergugah untuk bertindak..

Mencoba membangun preferential for the poor berarti pula membangun semangat 'mencemplungkan' diri ke dalam dunia.. Meninggalkan kemapanan, turun dari 'dunia kita' dan masuk ke dalam 'dunia mereka'...merendahk an diri agar bisa berjumpa dengan mereka dan lalu mengangkat mereka agar setara dengan kita

Nah, sekarang pertanyaannya: apakah kita sudah mulai mengarahkan hati dan
tindakan kita kepada mereka yang 'miskin'?

Semoga, petualangan kita-peziarahan kita-penelusuran yang kita buat, memampukan diri kita untuk semakin mencinta mereka yang 'miskin'....


Read More..

Tips Mencegah Hyphothermia

Sebagian besar tewasnya pendaki di Indonesia adalah kurangnya persiapan baik alat maupun bekal. Ataupun kurangnya pengetahuan survival sehingga jatuh dalam kondisi hypothermia akut.


Yang terpenting dalam kegiatan naik gunung atau kegiatan diluar (outdoor) adalah persiapan dan pengetahuan. Salah satunya mengetahui faktor apa penyebab hypothermia, gimana mencegah hal itu terjadi, apa aja yang perlu dilakukan dan juga tindakan apa yang perlu dilakukan kalau mulai merasakan kedinginan.

Berikut adalah Tips mencegah hypothermia di gunung :

1. Usahakan kalau naik gunung jangan memakai kaos dari katun. Bahan katun jika basah keringat sulit keringnya. Ini biasanya menyebabkan menggigil kedinginan walaupun sudah memakai jaket tebal. Sebaiknya memakai bahan sintetis (polyester/spandex/nylon) yang menyerap keringat dan berlengan panjang. Memang sih bisa ganti kaos, tapi di gunung yang sering ujan mengeringkan kaos jadi pekerjaan tersendiri. Ngeringin make api unggun wah jangan deh. Kasihan hutan kita. Cobalah mengurangi konsumsi kayu kecuali itu sangat darurat.

2. Bawa bekal yang cukup untuk naik gunung. Bekal praktis seperti coklat batangan, muesli bar, atau energy booster (seperti gel dengan glukosa, biasanya dipakai para pesepeda) sangat berguna sebagai cadangan makanan yang ringan dibawa dan menghasilkan energi lumayan. Juga biasakan mengamati sekitar, jika melewati air sungai atau daun2an yang kita kenali bisa dimakan kalau kepepet.


3. Menjaga tubuh tetap kering dan hangat. Salah satunya bawa ponco bagaimanapun kondisinya. Kalau punya baju dan jaket tahan air (gore-tex based) juga bisa (tapi ini mahal di ongkos). Jangan lupa kaos tangan dan kaos kaki. Khusus kaos kaki bawa ekstra jika perlu.

4. Kalau jalan sendiri siapkan piranti darurat komunikasi, kalau dengan teman harus saling menjaga. Hape kadang kurang efektif karena sinyal ngga ada. Bawa alat darurat sinyal seperti peluit atau cermin. Biasakan saling memperhatikan pendaki lain ketika naik atau turun.

5. Jangan paksakan jalan terus kalau kelelahan dan kecapaian. Berhenti, pasang tenda dan buat makanan/minuman yang cepat dihidangkan seperti teh manis atau sup instant. Paksakan jika enggak doyan. Karena makanan adalah sumber energi untuk tetep jalan. Selain itu makanan juga membuat tubuh jadi hangat karena memulai metabolisme tubuh. Biarpun cuma bawa satu baju tapi tetep kering akan sangat berbeda hasilnya dengan bawa 3 baju tapi basah semua.

6. Bawa selimut darurat (emergency blanket or space blanket). Ini mungkin sudah ada di Indonesia. Bentuknya seperti lapisan aluminium foil yang tipis dan dipakai untuk menyelimuti tubuh. Fungsinya : membuat tubuh tetap hangat, merefleksikan sinar matahari dan ngga kehujanan. Harganya USD$3.95 sangat ringan. Space blanket ini hanya bersifat memantulkan panas tubuh. Untuk mendapatkan hasil maksimal bisa dibawa Bivy Sack yang terbukti lebih baik hasilnya. Bentuknya seperti selimut plastik, dengan berat sekitar 200gr. Tapi agak mahalan US$33, ditanggung lebih tahan lama dari space blanket.

7. Penghangat tubuh sementara (body warmer). Ini semacam plester tubuh kalau kedinginan. Biasa dipakai untuk yang melakukan olahraga ektrem di salju (ski, ice climbing, mountaineering). Kelemahannya : hanya bisa dipakai sekali saja dengan durasi 12 jam. Karena bentuknya tipis dan ringan, biasanya diselipkan di jaket kalau kondisi cuaca dan badan memburuk. Harganya agak mahal, sekitar US$68 untuk 40 plester. Ada juga yang dijual eceran. Seingat saya di Toko Outdoor Singapura ada yang jual (atau saya beli di tempat lain maaf).

Sekali lagi saya ingatkan dengan alat yang memadai tapi ngga tahu bagaimana menggunakan, hasilnya juga ngga optimal. Jadi baca dan simak bagaimana melakukan teknik dasar survival di gunung. Bisa baca, nanya atau dari pengalaman yang terus diasah.

Read More..

Tips Mendaki G. Agung

Berikut tips untuk yang ingin mendaki Gunung Agung :

- Mendaki Gunung Agung sebaiknya jangan dilakukan pada saat musim hujan. Saat musim hujan, cuaca di puncak Gunung Agung bisa berubah sewaktu-waktu. Suhu bisa mencapai kurang dari 10 derajat Celcius.Jalan juga menjadi sangat licin.

- Bawalah bekal yang cukup. Perjalanan mencapai puncak Gunung Agung bisa mencapai 7-10 jam dari Pura Besakih dan 4-5 jam dari Pura Pasar Agung. Jika Anda kesulitan membawa bekal yang banyak, sewalah porter yang khusus membawa bekal Anda. Total waktu yang Anda butuhkan naik-turun Gunung Agung adalah 15 sampai 20 jam.

- Bawalah pakaian yang cukup tebal. Jika cuaca dingin akan sangat membantu. Jika pakaian Anda tidak mampu melindungi Anda dari kedinginan, hal yang paling baik Anda lakukan, carilah lembah atau tebing. Berlindunglah disana.

- Akan lebih baik Anda jika memulai pendakian pada malam hari. Saya biasanya memulai pendakian pada jam 11 malam dari Pura Besakih, dan jam 2 dari Pura Pasar Agung. Tujuannya adalah, ketika Anda masih cukup kuat pada saat mulai mendaki, dan pada saat turun sudah siang ketika Anda sudah lelah.

- Jika perlu bawalah tenda (jika Anda mendaki dari Besakih). Saya biasanya mendirikan tenda pada perjalanan telah mencapai sekitar 4 jam dari Pura Besakih. Setelah Anda melewati hutan, Anda akan menemukan tempat yang cukup nyaman untuk mendirikan tenda.
- Gunakan sepatu trekking yang ringan dan bisa diandalkan ketika Anda melewati jalan licin.

-Jika dipandang perlu, carilah guide. Guide-guide di Besakih biasanya sudah berpengalaman mendaki Gunung Agung.

- Gunung Agung adalah gunung yang disucikan oleh masyarakat Hindu di Bali. Respeklah. Jika Anda dilarang, maka turutilah. Kepercayaan masyarakat Bali sangat kuat, Anda resepek masyarakat dan alam juga akan respek kepada Anda.

Sebaiknya Anda tidak mendaki jika:

1. Jika hujan
2. Jika anda sedang datang bulan
3. Jika sedang ada odalan atau upacara di Pura Besakih.

dikutip dari www.semetonbali. web.id

Read More..

Semangat Baru

Seiring bergantinya Tahun, bergulirnya waktu, tak terasa umurpun berkurang. Tapi semangat tetap membara menyongsong hari esok yang lebih cerah. Tak terasa tahun 2007 sudah berganti.
Adakah yang sudah kita lakukan untuk alam sekitar??
Apa yang sudah kita raih??
Adakah yang masih tertinggal???

2008 sudah mananti untuk kita jalanin..
Sambutlah Tahun ini dengan semangat baru.
Gantungkan cita-cita dan harapan setinggi-tingginya
Semoga Tahun ini menjadi lebih baik lagi dari Tahun kemarin...
Aminnn......

Salam letari


Read More..

Tentang Leuser

Setahu saya ada dua jalur yang bisa dijangkau untuk ke Leuser, dan sebenarnya bisa dihitung sendiri berapa kebutuhan biaya, tentu non logistik, porter n guiding fee.

Jalur I, Kuta Panjang, Kabupaten Blangkeujren, NAD.
1. Pesawat Murah Jakarta-Medan ; Air Asia bisa sangat murah, bukan promosi
2. Taksi Polonia-Terminal Padang Bulan ; sekitar 25.000
3. Elf Medan-Kabanjahe- Kutacane ; gak sampai 100.000 ( saya tahun 2005)
4. Elf Kutacane (NAD)-Blangkejren ; gak sampai 50.000, asal gak longsor
5. Blangkeujren- Kuta Panjang ; sewa angkudes, gak sampai 100.000
6. Kutapanjang- Puncak Leuser ; jalan kaki
Berapa hari perlu logistik, mkn bisa tanya teman2 yang sudah sampai puncak, termasuk porter lokal yang bisa jadi guide sekaligus, kecuali mau nekat bawa sendiri.

Jalur II, Peulumat, Kabupaten Aceh Selatan
Tahun 2005, kebetulan saya lewat dan sempat main "sedikit" ke belantara Leuser dari sisi barat ini, sangat indah karena rimba tropis akan berkolaborasi dengan pasir putih di samudera hindia, sepanjang kota Tapak Tuan.
Jakarta-Medan : Pesawat murah, standar, kalo bisa jangan weekend
Medan-tapak Tuan : sekitar 150.000 (kijang atau elf) agen di jln jamin Ginting, medan
Tapak Tuan-Tangan- tangan ; Sewa Angkot ; sekitar 150.000

IJIN :
Kalo lewat Kutapanjang di Balai Taman Nasional Leuser, Ketambe, Kutacane (pinggir sungai Alas yang lkegendaris lho)
Kalo lewat tapak Tuan, di Seksi Tapak Tuan, Taman Nasional Leuser, disini bisa didapatkan peta jalusr, sekaligus jagawana sebagai guide anda. Dimusim hujan, baik lewat utara maupun selatan mesti wasapada dengan sungai2 besar yang secara mendadak bisa banjir dan menelan anda ; Alas, babahrot dll.. sumber: widi_denali@yahoo.com

Read More..

Pendakian Gede November Rain

Ada sedikit gundah sepanjang hari itu, padahal semua sudah dipersiapkan dengan baik. Ya, sejak malam tadi aku telak packing semua barang-barangku. Sesekali kutengok bidadari kecilku yang begitu lelap didepanku, cahaya yang terpancar dari wajah nan suci. Oh, gelisah itu kian menggelayuti hati ini. Ingin sekali kuajak bidadari kecil ini untuk turut serta.

Aku kembali memeriksa perlengkapan yang sudah tersusun rapi dalam carrier. Matras, sleeping bag, trangia kecil, spirtus, misting, makanan, pakaian ganti + kaos kaki cadangan, senter + battery & bohlam cadangan, victorinox kecil, peralatan makan, topi rimba & balaklava / kupluk, tali, ponco (yang selalu menjadi andalan dalam perjalananku) , juga handbody dan pengharum tubuh. Hhmm…hanya tinggal menunggu tenda yang akan diantarkan oleh temen pendakianku.

Aktifitas itu ternyata tak jua mengusir rasa gelisahku, berkali-kali kulirik malaikat kecilku itu, berharap dia terjaga dan menyapaku manja, "Ayah….gendong Najla". Suara yang begitu akrab dan yang sangat kutunggu.

Akhirnya saat itupun tiba, walau dengan berat hati dan gundah yang masih menyelubungi aku pamit pada istriku tercinta. Ku tengok sebentar si kecilku, berharap untuk kesekian kali. "Assalamu'alaikum… .", kulangkahkan kaki meninggalkan gerbang rumah itu.

Hampir satu jam aku dan temanku menunggu di depan Pos dan Giro Cibodas, sesekali aku dan temanku ngobrol dengan sopir angkot yang setia menanti teman-teman lainnya. Udara malam tak terasa menyengat, sambil menunggu mulut ini terus mengunyah kue hasil olah tangan istri ku. Waktu sudah menunjukan jam 1, mungkin tak lama lagi mereka akan sampai.

Pagi itu semua sudah siap di Pos Pemeriksaan (Sekretariat GPO), setelah semalam menginap dirumah penduduk dan paginya menyempatkan untuk mengisi perbekalan sebelum pendakian. Setelah semua prosedure dilalui, akhirnya pendakian ke Gede lewat Putri pun dimulai.

Rasanya badan ini agak kaku, setelah cukup lama absen dalam pendakian-pendakian yang diadakan teman-teman di dunia kabel. Perlu beberapa saat untuk beradaptasi den membiasakan diri dengan suasana alam ini. Perjalanan dimula1 dengan obrolan-obrolan ringan disertai canda dan tawa kian menyemrakan suasana.

Sepertinya keakraban terjalin tanpa disadari, sebagian peserta masih belum ku kenal dengan baik, karena baru kali ini bertemu dan mendaki bersama. Tapi ternyata tak butuh waktu untuk bias masuk dalam suasana persahabatn yang hangat dan mesra ini. Bahkan diantara mereka sudah terbiasa saling bersenda gurau layaknya sahabat yang lama tak berjumpa. Keceriaan memenuhi seisi belantara, diiringi suasana yang teduh. Sepertinya matahari enggan untuk merusak suasana yang mesra diantara kami.

Kulihat jam ditanganku, " Uhhh, tak terasa dua jam sudah pendakian ini berjalan". Kurasakan tubuh ku sedikit pegal dan butiran-butiran keringat memenuhi dahi-ku. "Masihkah mampu tubuhku menopang beban yang ada di pundak ini, mendaki dengan modal semangat dan kerinduan akan belaian jenggala". Batinku bergemuruh. Sepertinya aku harus memulai melatih kembali kesabaran yang dulu sering harus kuhadapi. "Mampu kah?????", hanya itu yang tersisa dari sebuah tanya.

Irama nafas yang berbaur dengan gemuruh langkah kaki, tertatih-tatih namun tegap menapak pada perut bumi. Rasa yang dulu menjadi teman sejati kembali menyapa dan terus mengikuti, seperti dulu aku harus mampu melewati saat-saat seperti ini. Mencoba melintas batas yang tak setiap hari kutemui, melawan keangkuhan untuk menyerah dan kesombongan untuk berhenti. Tak ada waktu untuk mundur kembali, hanya semangat dan rasa rindu yang menjadi semangat baru. Satu…dua… tiga….terlewati sudah masa-masa sulit yang saling menghimpit.

Langkah semakin menanjak, ketika kabut pun turut mengikuti dalam setiap hela nafas yang terbuang. Membelai lembut insane berjuang, menghangatkan semangat yang mulai meredup terbuai angan dan ilusi sesaat. Kaki terseret, hati terus melantunkan lagu syahdu Sang Maha
Sempurna yang memberikan asa yang tak pernah putus. Ada rasa damai mengalir pada aliran darah disekujur tubuh. Memberikan kekuatan untuk terus melangkah dan menatap misteri di depan sana. Tak banyak berubah yang kunikmati, hanya kekaguman dan rasa syukur yang terus terbarui. Setiap kali kurenungkan, tak pernah terbersit akal untuk menjangkaunya.

Ketika dataran itu kuraih, sejuta bebas terlepas sudah. Tampak didepanku sebuah Maha Karya Sempurna, bertebaran memainkan keindahannya dipelupuk mata. Tampak taman edelweiss begitu mempesona, terbungkus kabut tips dan semilir angina yang menggoda. Tak kuasa aku dan mungkin teman-temanku untuk mengabadikannya dalam sebuah mekanik modern. Rasa narsis begitu menggelora, seolah lupa bahwa masih ada seni yang lebih sempurna

Akhirnya saat yang ditunggu pun sudah didepan mata, setelah mencari tempat untuk membuka tenda, akhirnya diputuskan untuk menempati dataran tinggi diseberang mata air alun-alun. Tempat yang terbuka dengan pemandangan yang lepas kesemua arah, namun menjadi sapuan
angin yang empuk (alhamdulillah tidak hujan dan badai J). Diiringi hujan rintik-rintik membuat suasana cukup sunyi dengan hembusan angis yang deras menerpa wajah.

Terlihat aktifitas di tenda-tenda yang gigih menopangkan pasak-pasak besi pada bumi, mendekap erat ibu pertiwi dari canda angin surya kenca. Canda dan tawa masih terdengar di tenda-tenda itu, deru tenda yang berkibar diterjang angin tak menyurutkan aktifitas didalamnya. Obrolan itu masih terus berlanjut untuk beberapa saat. Obrol yang penuh kehangatan menambah suasana semakin hidup. Sesekali terdengar lagu-lagu yang romantis terdengar dari salah satu tenda, mungkin terbawa suasana alam yang cukup membuat hati terpesona.

Pagi itu tampak serombongan pendaki lintas milist mulai menuju puncak gede. Semangat di pagi hari terasa begitu kuat, pun ketika buah arbei hutan tak luput darinya. Sesekali arbei itu memberikan nuansa rasa yang membuat pipi tersenyum kecut :D. Asam-manis arbei hutan ikut menyemarakan pagi yang indah. Tak lama rombongan pun mennggapai puncak Gede.

"Alhamdulillah… .", sebuah ungkapan rasa yang tak terbayangkan. Lalu mulai kusalami mereka satu persatu untuk mengucapkan selamat J. Sayang, cuaca tak begitu ceria, kabut tebal menghalangi pemandangan indah puncak Pangrango dan kawah wadon yang menjadi daya tarik
pendaki. Tebalnya kabut semakin semarak memenuhi seisi puncak Gede, rintik-rintik air pun mulai berjatuhan tak kuasa menahan beban di atas sana. Tak banyak aktifitas dilakukan diatas sana selain harus kembali meneruskan perjalanan pulang menuju Cibodas.

Perjalanan sempat kita hentikan sejenak, saat salah seorang peserta melintasi batas kenangan seorang sahabat yang begitu membekas dalam kehidupannya. Sejenak kami pun diam sesaat untuk memberikan penghormatan dan doa untuknya. Semoga dia ditempatkan yang layak
oleh Allah swt, amin

Hujan tak hentinya mengikuti perjalanan kami pulang, sepertinya cuaca ini begitu kental selalu menyelimuti tegarnya Gede-Pangrango. Menambah semangat karena ingin cepat sampai di bawah untuk menikmati suasana hangat gubuk volunteer. Di Panyancangan kami bertemu dengan rekan-rekan yang tak bias ikut ke surya kencana kemarin. Mereka dengan antusias menunggu kami disana, sungguh sebuah niatan persahabatan yang agung. Walaupun tak pernah bertemu sebelumnya, namun seperti ada ikatan yang tak terbantahkan.

Malam itu sambil menunggu hujan reda, kami masih terus bercengkrama di gubuk Montana, sambil menimati kopi dan makanan kecil yang tersedia. Suasananya begitu mesra dan membuat betah berlama-lama disana. Banyak kawan lama dan baru bercampur disana, sebentuk perjalinan sebuah persahabatan yang sempurna.

Gede, 02-04 2007
hijjau@yahoo.com

Read More..

Salam PA

Kata-kata ini sering kita dengar apabila kita bertemu dengan Pencinta Alam lain. Kata yang singkat tapi penuh makna. Salam Lestari merupakan salam sapaan untuk mengakrabkan diri sesama Pencinta Alam.

Waktu pertama kali ikut pendakian Eagle juga sempat binggung setiap kali berpapasan n bertemu sama pendaki lain pasti yang terucap Salam Lestari atau kalau tidak Salam Rimba. Lama kelamaan eagle tahu dan mengerti apa maksudnya... dasar eagle dahulu masih culun hehehe...

Wahai sang petualang.....
Wahai sang pendaki......
Wahai Pencinta Alam........
Marilah kita satukan tangan ikut menjaga dan melestarilan Alam Demi Kelestarian Alam dan Ekosistem bumi kita...

Read More..

Pulau Rambut

Jakarta beruntung memiliki Kepulauan Seribu. Sebab, itu menyebabkan Jakarta memiliki predikat sebagai satu-satunya ibu kota negara di dunia yang memiliki taman nasional laut.

Salah satu pulau yang ada di bawah pengawasan Balai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu (BTNLKpS) adalah Pulau Rambut, yang acap disebut sebagai "surga burung".

Pulau seluas 90 hektar, 45 hektar di antaranya adalah wilayah daratan, ini memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, baik flora maupun fauna.

Di Pulau Rambut, yang sejak tahun 1999 ditetapkan sebagai kawasan suaka margasatwa ini, pada Maret sampai Juni terdapat sekitar dua juta burung.

"Sebagian besar fauna penghuni Pulau Rambut adalah burung. Sebanyak 22 jenis burung merandai (burung air) dan 39 jenis burung darat. Sebagian besar burung air atau burung laut adalah burung penetap yang menghuni Pulau Rambut sepanjang tahun," kata Kepala BTNLKpS Sumarto di sela-sela kunjungan ke Pulau Rambut, Rabu (15/8).

Yang menarik, burung-burungini memiliki perilaku migrasi ke Pulau Jawa atau pulau lain di Kepulauan Seribu untuk mencari makan pada pagi hari dan kembali ke Pulau Rambut pada sore hari untuk beristirahat.

Untuk menuju Pulau Rambut, Anda dapat menggunakan speedboat dari Marina Ancol dengan waktu tempuh sekitar 30 menit, dari Muara Angke dengan perahu motor (sekitar 90 menit), dari Pelabuhan Kamal dengan perahu motor (sekitar 60 menit), dan dari Tanjung Pasir, Tangerang, dengan perahu motor (sekitar 30 menit).

Menyusuri Pulau Rambut, pengunjung disarankan menggunakan topi karena siapa tahu, dalam perjalanan, kepala Anda terkena kotoran burung. Jangan heran jika di sepanjang perjalanan, Anda berpapasan denganbiawak ataupun melihat ular sedang asyik tidur di dahan pohon. Biawak itu bisa melintas di depan kita.

Inilah yang membuat banyak pengunjung mendapatkan pengalaman luar biasa sebab ini bukan kebun binatang. Di Pulau Rambut, kita bisa melihat langsung ular piton sepanjang 10 meter dan berat 50 kilogram sedang bercengkerama di batang pohon.

Untuk memudahkan pengunjung melihat burung-burung dari kejauhan, BTNLKpS membangun menara setinggi 15 meter. Di sini pengunjung dapat melihat burung-burung yang mendiami pohon. Dari kejauhan bahkan seolah pohon-pohon itu "pohon burung" karena sejauh mata memandang, yang terlihat memang selalu burung.

Jenis burung laut yang hidup di Pulau Rambut antara lain cangak merah (Ardea purpurea), cangak abu (Ardea cinerea), kuntul besar (Egretta alba), kuntul kecil (Egretta garzetta), kuntul karang (Egretta sacra), bluwok (Mycteria cinerea), roko-roko (Plegadis falcinellus) , pecuk ular (Anhinga melanogaster) , kuntul sedang (Egretta intermedia), dan kuntul kerbau (Bubulcus ibis).
KOMPAS
Jumat, 31 Aug 2007
Halaman: 29
Penulis: Kusumaputra, R Adhi
Pulau Rambut
MELONGOK "SURGA"-NYA BURUNG-BURUNG. ..
Oleh R Adhi Kusumaputra

Read More..

Gunung Slamet jalur Baturaden

Setelah rencana ke Semeru, Gede/Pangrango gagal karena di tutup, dan Planing ke Merbabu juga batal karena Hendri gak dapet cuti akhirnya saya berdua dengan soulmate bersepakat untuk menjajal gunung Slamet. Setelah browsing di putuskan kami mau naik ke Gunung Slamet jalur Guci. Dengan kendaraan pribadi kami berangkat jam 5 pagi langsung lewat Pantura, kondisi jalan relatif lancar. Setelah melewati kota Brebes kami belok kanan ke arah purwokerto,
disinilah letak kesalahannya ternyata Guci ada di daerah Tegal :p akhirnya kami memutuskan untuk mencoba jalur lain, yaitu jalur Batu Raden yg sudah di depan mata.

Sampai di Batu Raden sekitar 2.30 sore, di pos tiketing Lokawisata Baturaden saya sempat bertanya kepada petugas yg seperti kebingungan pas saya bilang mau mendaki gunung Slamet, mereka mengarahkan saya ke jalur pendakian utama Bambangan, tapi karena yakin kami bisa mendaki lewat Batu Raden, akhirnya si petugas memberi satu nama: Pak Taryono tukang kembang yg biasa mengantar pendaki ke Puncak.

Sampai di Lokawisata kami mencoba menghubungi petugas lagi yg di jawab senada pendakian lewat jalur Batu Raden terjal dan sangat berat silahkan lewat jalur Bambangan. Wah gawat nih ! akhirnya kami tanya tukang parkir dan bertemu dengan Pak Taryono. Setelah ngobrol sebentar, pak Taryono menelpon anaknya yg juga biasa mengantar pendaki ke Puncak Slamet lewat Baturaden, setelah mendapatkan penginapan, tidak berapa lama Wondo sang pemandu
merangkap porter datang. Dia menjelaskan secara umum kondisi jalur pendakian pantangan pantangan dan setelah nego sedikit Wondo bersepakat mengantar kami dengan Rp. 250 ribu untuk 3 hari pendakian di Slamet.

Besok paginya jam 05.45 Wondo datang membawa seorang teman, Slamet namanya. Jadi dengan jasa Rp. 250.000,- kami dapat 2 orang porter ! asiikk hitung hitung sehari kami cuma bayar 40 ribuan :D enaknya lagi logistik dan rokok mereka bawa sendiri :). Setelah repacking, tepat pukul 06.15 kami masuk ke gerbang Lokawisata Batu Raden, membayar tiket masing masing Rp. 5.000,- dan mulailah kita mendaki.

Sekedar informasi Baturaden itu berada di ketinggian sekitar 600 dpl sementara puncak Slamet tingginya 3428 dpl, pendakian memang membutuhkan fisik prima disini. Target kami hari itu adalah Plawangan di ketinggian 3000an dpl yg untuk kondisi normal dapat di tempuh dalam waktu 11-12 jam.

2 jam pendakian jalur masih sangat bersahabat jam 9.30 kami sudah sampai di pos 2 dan bikin teh panas, mata air ada di pos 2, pos bayangan 3 dan Plawangan(hanya pada saat musim hujan). Pukul 10.00 kami melanjutkan perjalanan lagi, pos 2 ke pos tiga perjalanan cukup lama di tambah lagi kondisi trek sudah mulai menanjak dengan jalur yg lembab dengan banyak sekali pacet, sebentar sebentar kami musti mengecek kaki dan sepatu karena pacet pacet pasti sudah nempel disana. Untuk mengatas pacet kami mengoleskan anti nyamuk.

Jam 12.30 kami tiba di pos bayangan 3 harusnya disini ada sumber mata air tapi setelah pemandu kami mengecek ternyata sumber mata air kering ! waduhhh mana air kami hanya tinggal 1.5 liter akhirnya setelah beristirahat sejenak kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan yg sepertinya tambah berat. Jam 13.30 kami tiba di pos 3, pos 3 menuju pos 4 kita menemukan tanjakan 'njelehi' yg artinya tanjakan ngebosenin, fuihh ini sepertinya memang trek terberat di gunung Slamet. akhirnya kami tiba di pos 4 pukul 4 sore. Di pos 4 kondisinya kering dan berangin kencang, udara juga sangat dingin. Kami memutuskan untuk berkemah disini dan melanjutkan ke Plawangan esok harinya. Setelah buka tenda, goreng daging asap plus pisang goreng, akhirnya kami terlelap di pos 4. Esok paginya pukul 7.30 kami bongkar tenda dan melanjutkan perjalanan ke Plawangan yg merupakan batas vegetasi di gunung Slamet. Jalur dari Pos 4 ke Plawangan tidak kalah menantang, jalur terus menanjak dan banyak pohon tumbang, repot sekali kalo kita bawa carier yg tinggi karena musti merangkak rangkak untung pacet sudah tidak ada di jalur ini. Sebelum Plawangan kita akan menemukan padang rumput yg tidak seperti padang, sebenarnya ini adalah bukit yg banyak di tumbuhi rumput liar, dari sini puncak Slamet terlihat sangat jelas dan errr masih sangat tinggi :p. pukul 10.30 kami tiba di Plawangan para porter langsung sigap mencari air dan kayu bakar sementara kami mendirikan tenda. Angin sangat kencang bertiup. Untungnya Wondo dan Slamet berhasil mendapatkan air dari mata air rahasia mereka kalo enggak kami akan terpaksa turun lagi tanpa muncak ke pos
2 hari itu juga !

Hari ke- dua pendakian banyak di isi dengan leyeh leyeh dan foto foto disamping masak masak dengan Trangia baru :) sore harinya kami naik sedikit ke areal berbatu untuk melihat sunset yg indah, sayangnya langit tidak terlalu bersih sore itu, jadinya pelabuhan Cilacap, kota Purwokerto dan laut tidak nampak dengan jelas, ahh tapi foto foto narsis tertap berjalan sesai
rencana :D.

Hari ke- 3 pagi buta jam 04.00 kami sudah bangun, masak air dan bersiap muncak angin sangat kencang dan datang dari puncak gunung, langsung menerpa muka kami, kami terus berusaha bertahan, trek berkerikil dan naik tajam ditambah oksigen yg tipis membuat perjalanan menjadi semakin susah. 45 menit menjelang puncak kami putuskan untuk berhenti, kondisi tidak memungkinkan angin membawa asap belerang terus menerus terhirup oleh kami membuat penapasan terasa sesak dan telinga seperti mau pecah. Hidung juga sudah mulai mengeluarkan darah kental. Akhirnya kami turun lagi ke Plawangan dan beristirahat sebelum kemudian turun lagi menuju ke Lokawisata Baturaden. Sore hari pukul 4.30 kami tiba di Baturaden dan langsung menuju Pancuran Tiga tempat mata air panas berada, acara selanjutnya adalah berendam di air panas untuk melemaskan otot otot yg kaku.

Kesimpulan:

-Buat yg belum pernah mendaki Slamet lewat Baturaden, ini adalah jalur yg cukup menantang dan perlu di coba, disarankan membawa pemandu atau orang yg pernah mendaki lwt jalur ini, banyak cabang cabang pencari burung yg bisa membuat tersesat di sepanjang perjalanan.
-Waktu pendakian disarankan dimulai jam 05.00 pagi supaya bisa tiba di plawangan sekitar jam 5-6 sore
-Pada musim kemarau siapkan air yg banyak di pos 2
-Buat yg mau menginap dulu, sebelum mendaki banyak terdapat penginapan di sekitar Baturaden ratenya mulai 60 ribu per kamar
-Logistik bisa di dapatkan dengan mudah di warung warung sekitar Baturaden
-Tarif pemandu/poster adalah 250 ribu untuk 1 kali pendakian dengan 2 orang porter
- Porter yg saya rekomendasikan adalah Wondo (0813 9156 9356 atau 0888 2680 597)


by.Way / (aku.way@gmail.com)

Read More..

Kisah Pendaki

Btw, Tgl 15 - 20 okt 07 kemarin gw melakukan pendakian ke gunung Rinjani (LOMBOK), gw lewat jalur Sembalun n pulang lewat Senaru...kondisi terakhir cuaca sangat panas, air kering karena lagi kemarau...syukur gw bisa sampe puncak tapi disertai angin kencang...gw nge-cam di pada balong ( sebelum POS 3), Pelawangan Sembalun, dan di danau segara anak..khusus untuk nge-camp di pelawangan sembalun diharapkan hati2 karena banyak monyet (warna perak) yang suka mencuri makanan, oleh karena itu diharapkan tenda untuk selalu dalam penjagaan..kondisi cuaca tidak menentu..kadang angin kencang, kabut tebal, sehingga menimbulkan suhu yang sangat dingin...dan di harapkan agar berhati-hati dalam melangkah karena trek perjalanannya curam...Info yang gw dapet sebelum brangkat ndaki..ada 7 orang dari mataram-lombok yang meninggal kare kedinginan, setelah itu pas gw nge-camp di plawangan sembalum gw terima kabar kalo ada satu orang pendaki asal lombok juga yang hilang jatuh kejurang karena terpeleset ketika melangkah di tebing....diharapka n extra hati2.... agar menjadi perhatian kalo mau mendaki ke Rinjani....
by.Daniel (curniadaniel@yahoo.com)

Read More..

Kangen

Tak terasa sudah hampir 3 tahun tidak melakukan ekspedisi lagi. Ada rasa yang tertinggal jauh nun menggantung disana, kekaguman akan keindahan alam ciptaanNya, suasana alam yang mungkin tidak dapat ditemukan diperkotaan, asri dengan udara yang masih alami dan segar tanpa polusi.

Akankah ada lagi ekspedisi selanjutnya??
Yang terbersit hanya harapan semoga....ada kelanjutannya

Jiwa petualang takkan mati sampai disini.
Jangan sampai cahaya yang redup mati lamtaran riak angin sesaat.

salam lestari

Read More..

Dia Yang bernama perubahan

Tak terasa waktu, usia dan keadaan yang terus bergulir searah tergelicirnya matahari. Tak akan ada yang bisa menghentikannya, mengikuti atau diam untuk mati. Sang waktu tak mengenal keluh kesah dan keragu-raguan, lajur yang ditempuhnya jelas dan tak terbatas mengikuti kehendak Sang Pengatur.

Tak bisa ku gapai bayangan masa lalu yang bersandat dibelakangku. Lambaian tangan itu begitu menggoda untuk mengajakku kembali. Begitu riang dan bersahabat, dengan pakaian yang senada mencirikan kesamaan idealis yang dipakainya.

Begitu banyak kenangan terlintas disana, dengan baju kebesaran yang tersandang membuat sebuah kebanggaan dan semangat dalam melakukan aktifitas. Beriring bersama melantukan lagu perjuangan dalam mewujudkan keinginan yang satu.

Namun semua hanyalah kenangan masa lalu yang tergelincir seiring terbenamnya matahari, walau begitu semangat dan rasa itu masih tetap terbawa dan tertanam dalam setiap jejak langkah yang terbawakan.

Saat ini terasa berada dalam sebuah negeri asing, dengan warna yang berbeda-beda. Terlihat samar warna itu kian memudar, tergantikan berribu warna yang saling berlomba memancarkan sinar yang membias. Coba untuk bertahan dengan sinar yang meredup, namun mampu menembus benteng terkuat di masanya.

Sampai kapan akan terus bertahan hanya untuk sebuah rasa tanggung jawab, bila tak lagi bayang-bayang itu terbawa. Hampa dan penat menggelayuti suasana hati saat tak lagi ada yang seirama dan sehati.Berjuang seorang diri mempertahankan keinginan para pendahulu yang satu persatu hilang tak menentu.

Ada waktu untuk bersama, ada masa untuk berkelana tak mungkin berhenti untuk sebuah perjalanan. Ada batas sebuah persinggahan yang dihampirinya untuk ikut memberikan nuansa yang berbeda. Walau tak akan mampu lama bertahan namun mapu memberikan senyum dan rasa bangga.

Perjalanan masih harus melalui terminal-terminal kehidupan yang antri menunggu untuk disinggahi, banyak sudah perbekalan yang terbawa melengkapi dan mengiringi sisa langkah kaki menuju arah yang dilaluinya untuk menemukan sebuah terminal baru yang layak disinggahi.

by. pendakierror@yahoo.com

Read More..

Misteri Gunung Ciremei

Tempat - tempat yang kebetulan menjadi pos tetapi mempunyai nuansa mistik teramat kuat. Uniknya, tiap - tiap nama pos mempunyai latar belakang tersendiri serta berbeda antar satu dengan lainnya. Di antaranya adalah blok kuburan kuda. Di areal ini konon terdapat kuburan kuda milik tentara jepang. Kuda tersebut , biasa dipergunakan oleh para kempetai untuk mengontrol para pekerja rodi yang menanam kopi. Dan kuburan yang terletak di sebelah barat jalur pendakian, sampai sekarang masih ada dan dikeramatkan oleh penduduk setempat.

Blok papa tere lain lagi. Konon, dahulu di sini pernah terjadi pembunuhan terhadap seorang anak yang dilakukan oleh ayah tirinya . Bermula, sang anak diajak oleh ayah tirinya untuk mendaki gunung Ceremai. Setibanya di tempai ini , sang ayah langsung menikam anaknya hingga tewas.

Sedangkan blok batu lingga merupakan tempat yang sangat disakralkan oleh penduduk setempat. Untuk itu, guna menghindari hal hal yang tak diinginkan maka para pendaki pun dilarang untuk menduduki sebuah batu besar atau berbuat yang tak senonoh di tempat ini. Konon, batu ini pernah dijadikan tempat berkotbah wali songo kepada para pengikutnya . Di dekat batu lingga terdapat sebuah in memoriam pendaki. Menurut kisah pendaki itu tewas karena sesuatu yang aneh di batulingga. Tepatnya, pada tahun 1999 dan dari ketiga pendaki, hanya seorang yang selamat. Sedangkan dua lainnya tewas dengan mengeluarkan lendir dari mulutnya. Menurut kepercayaan, blok batu lingga ini di jaga oleh dua makluk halus bernama aki dan nini serentet buntet.

Blok sangga buana, yang arti harfiahnya adalah penyangga bumi. Areal ini berfungsi untuk menahan aliran lahar bila gunung ceremai meletus. Maksudnya agar lahar tidak mengarah ke linggarjati, tetapi ketempat lain.

Dan akhirnya adalah blok pengsungan atau pengasinan tempatnya amat terbuka. Disini terdapat ladang yang tak pernah layu , edelweiss. Dari tempat ini kita dapat memandang lepas keindahan kota Cirebon serta pemandangan laut Jawa. Bukan hanya itu, disini juga kita bisa puas memandang keindahan matahari terbit . Jarang orang mengetahui jika tempati ini sejajar dengan puncak gunung Slamet yang ada di jawa tengah. Menurut sejarah, pada masa pendudukan Jepang, pengasinan merupakan tempat pembuangan tawanan perang. Mungkin karena itu pada malam malam tertentu, sering terdengar suara jeritan atau derap langkah kaki para serdadu jepang. Sudah barang tentu, suara itu datang dari alam halus.

Read More..

Design by Kingdom of Heaven